Analog Dan Digital Transmission


Ada dua cara komunikasi data:

  • Melalui analog transmission
  • Melalui digital transmission

Analog transmission adalah sinyal yang besaran powernya bisa berubah-ubah atau dikenal dengan nama amplitude dan banyaknya perubahan besaran power didalam satu siklus waktu tertentu dikenal dengan nama frequency.

Sebuah analog transmission hampir mempunyai kemampuan yang tak terbatas dalam berkomunikasi. Sebagai contoh: Pada saat kita menggunakan analog sinyal dalam berkomunikasi secara verbal (lisan). Suara kita yang kita hasilkan akan bergetar diudara pada frekewensi dan amplitudo yang berbeda. Getaran ini diterima oleh eardrum (gendang telinga) dan di interprestasikan sebagai kata. Perubahan-perubahan kecil pada suara dan volume secara dramatis akan mengubah maksud dari apa yang kita katakan.

Amplitudo puncak gelombang berubah-ubah setiap siklus waktu. Setiap puncak gelombang dari ketiga amplitudo itu digunakan untuk menyampaikan informasi yang berbeda sesuai dengan karakter alpanumerik yang kita ucapkan. Merupakan cara yang sangat efisien dalam menyampaikan informasi, setiap siklus gelombang bisa digunakan untuk menyampaikan informasi tambahan.

Permasalahan yang sering terjadi pada analog transmission adalah mudah sekali terkena gangguan Noise, atau interferensi. Noise adalah sinyal tambahan yang tidak dinginkan. Sehingga bisa menghasilkan sejumlah retransmission data, dan mengakibatkan lambatnya suatu pengiriman (transfer) informasi.

Contoh suatu percakapan di dalam ruang kelas yang crowded (ramai). Setiap orang berbicara sehingga menghasilkan noise, sehingga sangat sulit membedakan atara suatu diskusi dengan pembicaraan yang lain dalam suatu ruang kelas itu. Sehingga seorang moderator musti mengulang suatu pertanyaan dengan pertanyaan “apa?” atau “apa yang anda katakan?” sehingga memperlambat transfer/pengiriman informasi dan ini dikenal dengan istilah Retransmision Data.

Sinyal analog yang terpengaruh noise, sangat sulit menentukan amplitudo yang sebenarnya dari tiap bentuk gelombang. Ini bisa menghasilkan informasi yang salah atau membutuhkan retransmission data untuk mendapatkan informasi yang benar.

Untuk mengatasi semua itu muncullah digital transmission. Digital Transmission berbasis sistem binari. Hanya dua bagian yang ditransmisikan yaitu 1 dan 0. Didalam suatu rangkaian listrik 0 biasanya direprensentasikan dengan tegangan nol volt, dan 1 direprensentasikan dengan tegangan lima volt.

Ini secara radikal berbeda dengan analog transmission, dimana digital transmission bisa mempunyai kemampuan tak terbatas dalam menyampaikan informasi. 1 dan O ini berangkai bersama dalam suatu pola tertentu dalam menyampaikan informasi. Sebagai contoh, ekivalen binari dari huruf A adalah 01000001.

Tiap individual signal atau pulsa digital dikenal sebagai sebuah bit. Jika delapan bit berangkai bersama (seperti binari dari A) itu dikenal sebagai byte. Tiap byte menyampaikan satu bagian lengkap dari informasi seperti huruf A. Pada gambar dibawah anda bisa melihat perubahan bentuk gelombang, berdasarkan bentuk dan format yang sudah ditentukan.

Karena bentuk sinyal ini bisa diprediksi dan variasi sinyal yang dihasilkan sangat besar, pada sinyal digital kita akan lebih mudah menentukan bentuk sinyal yang sedang ditransmisikan. Seperti gambar dibawah, walaupun terpengaruh oleh noise, kita masih bisa menentukan mana binari 1 dan mana binari 0.

Ini merupakan bentuk yang simpel, digital communication lebih resistant/tahan terhadap noise, tapi juga mempunyai kelemahan yang besar. Pada sinyal analog penyampaian informasi untuk ASCII karakter A bisa ditransmisikan dengan single gelombang analog atau single vibration (getaran), tetapi pentransmisian dengan menggunakan binari atau digital membutuhkan delapan gelombang atau vibration (untuk mentransmisikan 01000001),

Meskipun mempunyai kelemahan, biasanya lebih efisien menggunakan digital communication pada saat yang diperlukan. Rangkaian analog membutuhkan lebih banyak overhead pada saat mendeteksi dan memperbaiki noisy transmission. Inilah mengapa jaringan moderen menggunakan digital communications.

Overhead-adalah banyaknya informasi tambahan yang harus ditransmisikan pada suatu circuit untuk memastikan sistem penerima dalam mendapatkan data yang benar dan data itu bebas dari kesalahan. Secara tipikal ketika suatu circuit membutuhkan lebih banyak overhead, bandwidth yang tersedia untuk mengirim data yang sebenarnya menjadi berkurang

Ini seperti kemasan yang digunakan pada saat kita ingin mengirimkan suatu barang, tentu kita tidak menginginkan seratus styrofoam yang kecil, tapi lebih menginginkan agar barang tersebut disimpan didalam kotak yang bisa memuat semuanya dan memastikan barang yang akan kita kirimkan aman.

Nilai tambah yang besar yang lain untuk digital communication adalah bahwa komputer bisa memproses informasi pada bentuk digital.

Sumber : Modul PPDE oleh Bapak Nanang Sasongko.

Kesimpulnnya yaitu:

Media transmisi dalam komunikasi data ada 2 cara yaitu : melalui transmisi analog dan transmisi digital. Analog transmission adalah sinyal yang besaran powernya bisa berubah-ubah atau dikenal dengan nama amplitude dan banyaknya perubahan besaran power didalam satu siklus waktu tertentu dikenal dengan nama frequency. Sedangkan  Digital Transmission berbasis sistem binari. Hanya dua bagian yang ditransmisikan yaitu 1 dan 0. Didalam suatu rangkaian listrik 0 biasanya direprensentasikan dengan tegangan nol volt, dan 1 direprensentasikan dengan tegangan lima volt.

Dalam penggunaanya, kedua transmisi tersebut memilki noise atau interferensi. Noise adalah sinyal tambahan yang tidak dinginkan. Sehingga bisa menghasilkan sejumlah retransmission data, dan mengakibatkan lambatnya suatu pengiriman (transfer) informasi. Noise pada analog transmission dapat menyebabkan kesuulitan dalam menentukan amplitudo yang sebenarnya dari tiap bentuk gelombang. Ini bisa menghasilkan informasi yang salah atau membutuhkan retransmission data untuk mendapatkan informasi yang benar. Sedangkan noise pada digital transmission kita akan lebih mudah menentukan bentuk sinyal yang sedang ditransmisikan. Walaupun terpengaruh oleh noise, kita masih bisa menentukan mana binari 1 dan mana binari 0.

By : MiLa MeRRyNa

http://milamerryna73.wordpress.com

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s