Pengertian Komunikasi dan Data


Pada saat ini kegiatan Data Processing sudah semakin luas, baik yang berorientasi kepada ilmu pengetahuan, komersil/bisnis maupun kegiatan pemerintahan, sehingga data yang diolahpun akan bermacam-macam sesuai dengan bidang pekerjaan tersebut. Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data atau hasil proses dari data tersebut. Proses perubahan dari data menjadi informasi merupakan DATA

Area Fungsional pada Komunikasi

  1. Transmission system utilization : fungsi yang berkaitan dengan cara memanfaatkan fasilitas transmisi secara efisien yang umumnya di-sharing kan pada beberapa perangkat komunikasi. Sub area dari fungsi ini merupakan teknik-teknik seperti multiplexing ditujukan untuk membagi kapasitas transmisi pada setiap user yang ada secara efisien.
  2. Interfacing : agar dapat berkomunikasi maka sebuah perangkat komunikasi harus di-interface dengan media transmisi àdapat diartikan sebagai fungsi untuk mengkoneksikan antara perangkat komunikasi dan media transmisi. (konektor, konvensi konversi data dalam representasi sinyal: konvensi amplituda tegangan,dll)
  3. Signal generation : didasari oleh konsep propagasi sinyal elektromagnetik pada media transmisi, jadi signal generation harus memampukan properti sinyal, seperti bentuk dan intensitasnya, dapat diinterprestasikan sebagai data pada receiver setelah proses propagasi pada media transmisi (dengan fakta di media transmisi ada distorsi)
  4. Exchange management : pengaturan kerjasama antara dua pihak yang berkomunikasi, seperti :
    1. Proses pembentukan hubungan komunikasi (misal: dalam jaringan telepon berkaitan dengan konvensi dial)
    2. Pengaturan giliran transmisi dapat bergiliran atau sekaligus bersamaan simplex, half-duplex, duplex
    3. Jumlah data yang dapat dikirimkan dalam satu waktu tertentu
    4. Format data
    5. Contigency plan jika terjadi error
  5. Error detection and correction : berkaitan dengan cara untuk mendeteksi bit yang error dan usaha untuk merubah bit yang error menjadi bit yang benar
  6. Flow control : pengaturan agar pengirim(source) tidak mengirim berlebihan sampai tujuan (destination) tidak dapat menyerap dan memprosesnya.
  7. Addressing : fungsi yang berkaitan dengan identifikasi perangkat komunikasi karena media transmisi dishare pada beberapa perangkat komunikasi, agar sebuah pengirim dapat mengirimkan data menuju tujuan secara tepat, maka perlu address yang mengidentifikasi setiap perangkat komunikasi.
  8. Routing : fungsi berkaitan dengan pembentukan rute melalui variasi path yang ada pada jaringan.
  9. Recovery : fungsi ini berbeda dengan recovery plan yang ada pada exchange management, karena recovery disini berkaitan dengan fungsi untuk mendapatkan kondisi sistem sebelum terjadi interupsi karena sistem gagal.
  10. Message formatting : konvensi antara dua pihak yang berkomunikasi mengenai bentuk data,misalya mengenai kesepakatan penggunaan kode biner yang sama dalam mengkonversi karater menjadi bit.
  1. Protection : fungsi yang berkaitan dengan
  • Penjaminan data hanya diterima oleh penerima yang dimaksud
  • Penjaminan data tidak diubah ketika transit
  • Penjaminan data datang dari pengirim yang sesungguhnya bukan dari pihak lain.
  • Proses konfigurasi ataupun rekonfigurasi sistem
  • Monitoring sistem
  • Fungsi penanganan failure
  • Fungsi yang mendukung proses perencanaan
  1. System management : berkaitan dengan :

Area Fungsional pada Komunikasi

  1. Transmission system utilization : fungsi yang berkaitan dengan cara memanfaatkan fasilitas transmisi secara efisien yang umumnya di-sharing kan pada beberapa perangkat komunikasi. Sub area dari fungsi ini merupakan teknik-teknik seperti multiplexing ditujukan untuk membagi kapasitas transmisi pada setiap user yang ada secara efisien.
  2. Interfacing : agar dapat berkomunikasi maka sebuah perangkat komunikasi harus di-interface dengan media transmisi àdapat diartikan sebagai fungsi untuk mengkoneksikan antara perangkat komunikasi dan media transmisi. (konektor, konvensi konversi data dalam representasi sinyal: konvensi amplituda tegangan,dll)
  3. Signal generation : didasari oleh konsep propagasi sinyal elektromagnetik pada media transmisi, jadi signal generation harus memampukan properti sinyal, seperti bentuk dan intensitasnya, dapat diinterprestasikan sebagai data pada receiver setelah proses propagasi pada media transmisi (dengan fakta di media transmisi ada distorsi)
  4. Exchange management : pengaturan kerjasama antara dua pihak yang berkomunikasi, seperti :
    1. Proses pembentukan hubungan komunikasi (misal: dalam jaringan telepon berkaitan dengan konvensi dial)
    2. Pengaturan giliran transmisi dapat bergiliran atau sekaligus bersamaan simplex, half-duplex, duplex
    3. Jumlah data yang dapat dikirimkan dalam satu waktu tertentu
    4. Format data
    5. Contigency plan jika terjadi error
  5. Error detection and correction : berkaitan dengan cara untuk mendeteksi bit yang error dan usaha untuk merubah bit yang error menjadi bit yang benar
  6. Flow control : pengaturan agar pengirim(source) tidak mengirim berlebihan sampai tujuan (destination) tidak dapat menyerap dan memprosesnya.
  7. Addressing : fungsi yang berkaitan dengan identifikasi perangkat komunikasi karena media transmisi dishare pada beberapa perangkat komunikasi, agar sebuah pengirim dapat mengirimkan data menuju tujuan secara tepat, maka perlu address yang mengidentifikasi setiap perangkat komunikasi.
  8. Routing : fungsi berkaitan dengan pembentukan rute melalui variasi path yang ada pada jaringan.
  9. Recovery : fungsi ini berbeda dengan recovery plan yang ada pada exchange management, karena recovery disini berkaitan dengan fungsi untuk mendapatkan kondisi sistem sebelum terjadi interupsi karena sistem gagal.
  10. Message formatting : konvensi antara dua pihak yang berkomunikasi mengenai bentuk data,misalya mengenai kesepakatan penggunaan kode biner yang sama dalam mengkonversi karater menjadi bit.
  1. Protection : fungsi yang berkaitan dengan
  • Penjaminan data hanya diterima oleh penerima yang dimaksud
  • Penjaminan data tidak diubah ketika transit
  • Penjaminan data datang dari pengirim yang sesungguhnya bukan dari pihak lain.
  • Proses konfigurasi ataupun rekonfigurasi sistem
  • Monitoring sistem
  • Fungsi penanganan failure
  1. System management : berkaitan dengan :

Komunikasi melalui satelit.
Walaupun ada sistem komunikasi bergerak selular teresterial, sistem ini hanya efisien untuk melayani daerah berpenduduk padat. Sistem selular konvensional, secara ekonomis tidak memungkinkan untuk komunikasi bergerak di daerah pedesaan, dimana kepadatan populasi dan kebutuhan akan komunikasi bergerak sangat rendah.
Pemanfaatan sistem komunikasi satelit telah memberikan kemampuan bagi manusia untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi dari berbagai penjuru dunia secara simultan tanpa memperhatikan jarak relatifnya

Jenis Komunikasi
Voice Communication
• Radio Broadcasting. Informasi dipancarkan kesegala arah, bersifat umum, jangkauannya tergantung daya pancar serta izinnya. Contoh : Radio RRI.
• Radio Amatir. Informasi dipancarkan ke segala arah tetapi jumlah pengirim dan penerima informasi terbatas, sifat informasi bersifat pribadi. Contohnya : ORARI
• 2 Way Radio System. Informasi terbatas pada pengirim dan penerima pada gelombang yang sama, jarak jangkau terbatas. Contohnya : Handy-Talky yang biasa digunakan satpam keamanan
• Radio Paging, digunakan untuk memanggil penerima yang menjadi pelanggan pengirim, dan memiliki jangkauan yang terbatas, contohnya Pager.
• Telephone, merupakan media informasi yang jangkauan paling luas. Contohnya adalah PSTN (Public Switching Telephone Network) dan Telephone Selullar (CDMA dan GSM).

Text Communication, contoh dari komunikasi teks adalah telegraph dan email.

Image Communication, contohnya adalah faximile.

Video Communication, contohnya adalah TV Broadcasting, dan Teleconference.

Elemen-elemen Sistem Komunikasi
Secara umum, sistem komunikasi memiliki 3 elemen :
a. Sumber atau pengirim (source), yaitu elemen yang mengirimkan data informasi.
b. Media Transmisi, yaitu media atau elemen yang berfungsi mengirimkan data ke dan dari sumber atau pengirim dan penerima (receiver). Media yang biasa digunakan adalah kabel dan gelombang.
c. Penerima (receiver), yaitu elemen yang menerima data informasi dari pengirim

Hal-hal dalam sistem komunikasi
Availability, data yang diterima harus sesuai dengan data yang dikirimkan oleh transmitter.

Karakteristik sistem komunikasi, karakteristik dari sistem komunikasi sangat ditentukan oleh karakteristik media transmisi.

Noise, Noise atau gangguan dapat terjadi selama proses transmisii, dan Noise harus ditekan seminimal mungkin.

bY : 1k4 pu$p1t4$4R!

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s